Pekanbaru,RGT.com-
Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Industri pariwisata, begitu juga dengan berbagai sektor kehidupan lainnya sangat terdampak. Sulit memang, namun kita tidak boleh menyerah.
Pemilik wisata Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko melontarkan ide Staynomic, biar perekonomian masyarakat bergairah lagi.
Seperti apa Staynomic dan implementasinya di masyarakat yang ikut berdampak terhadap geliat dunia pariwisata. Berikut wawancara ekslusif Tribun (T) dengan Riyono Gede Trisoko (R), wawancara ini juga bisa disimak di kanal YouTube Tribun Pekanbaru Official:
T : Pandemi ini cukup membuat terimbas sektor pariwisata. Apa yang membuat Alam Mayang tetap bisa eksis sampai saat ini?
R : Saya kebetulan juga seorang akademisi di sekolah tinggi pariwisata. Jadi saya banyak membaca dan mencari sumber berita baru. Setelah saya baca dan perhatikan, maka ada beberapa konsep yang mesti dipadukan. Kemudian, kita harus kembali ke platform awal bisnis, saat saya membuat nama Alam Mayang 30 tahun lalu, yakni 11 januari 1988, saya sampaikan kepada orangtua pada saat itu, bahwa akan menjadi tren ketika semua jalan menjadi aspal, banyak bangunan berdiri, dan kecanggihan lainnya, maka orang akan merindukan suasana alam, dan terjadi hari ini.
T : Seperti apa konsep dan ide yang dimunculkan agar pariwisata tetap bisa berjalan dalam kondisi pandemi seperti ini?
R : Ketika pasar tidak bisa dibentuk, terjadi perubahan perilaku, orang akan mencari keasikan sendiri dan tidak mau repot. Saat orang tak bisa kemana mana, orang mencari apa yang bisa dan enak, makanya ide staynomic ini hadir, misalnya makan yang dekat-dekat, pariwisata yang dekat-dekat, dan lainnya. Tinggal lagi bagaiamana memadukan dan mensinergikan. Kita harus mengerti arah pandemi ini arahnya kemana, ini adalah sesuatu perubahan perilaku hidup baru.
T : Alam Mayang juga dikenal sebagai lokasi wisata yang sehat. Selain karena alamnya, apalagi yang membuat Alam Mayang menyandang nama ini terutama dalam masa pandemi?
R : Protokol kesehatan di Alam Mayang kita terapkan jauh sebelumnya. Kita juga sudah dapat sertifikat Clean, Healthy, Safety and Environment (CHSE), kita juga sudah lakukan bagaimana menerapkan pola hidup baru bagi masyarakat di sini.
T : Apa upaya lainnya yang kita lakukan dalam penerapan protokol kesehatan di Alam Mayang
R : Bagi masyarakat yang berkunjung ke Alam Mayang, kita imbau untuk menerapkan prokes. Kita berkeliling untuk mengingatkan masyarakat. Kita juga menyiapkan 20 titik tempat cuci tangan di sekitar lokasi wisata, penyemprotan disinfektan, pemeriksaan suhu tubuh, dan berbagai protokol kesehatan lainnya.
T : Bagaimana anda menumbuhkan kembali sektor pariwisata di Alam Mayang , dan contoh program yang dilakukan?
R : Secara kontekstual, sebagai pengelola pariwisata, kita harus membuat atribut baru, nilai baru pada produk-produk kita, misalnya menawarkan meeting di ruang terbuka, dan menawarkan wisata sehat dan lainnya, itu cara kita untuk tetap bisa menawarkan program kepada masyarakat.
T : Apakah staynomic sendiri sudah berlaku saat ini?
R : Staynomic itu akan terjadi, ini menjadi suatu yang penting, karena masyarakat saat ini sedang disibukkan dengan PPKM, nantinya akan terjadi. Nantinya akan muncul, oh iya, kita wisata dan belanja nggak usah jauh-jauh. Artinya piknik di area kita saja, dengan keterbatasan ruang gerak dan keterbatasan biaya, orang akan mencari yang mudah dan dekat saja.
T : Sejauh mana kepedualian alam mayang dalam membantu masyarakat dalam masa pandemi?
R : Dari awal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 1 bulan tahun lalu, kita memberikan lebih dari 7.000 nasi bungkus bagi masyarakat, kita juga melaksanakan vaksinasi di Alam Mayang atas dukungan Pemko Pekanbaru, untuk warga sekitar Alam Mayang , juga bagi warga dari mana saja. Selain itu, juga bagi-bagi sembako bagi pedagang, masyarakat, juga karyawan secara bergilir dan lainnya.
T : Apakah berjalannya waktu nanti akan ada perubahan konsep yang akan dilakukan Alam Mayang?
R : Teknologi memang sudah merubah situasi, market kita sudah berubah, anak muda akan memimpin, pasar dulu diciptakan pabrik, kini diciptakan oleh youtuber, anak-anak muda, melalui pemanfaatan media sosial dan teknologi. Alam Mayang akan tetap seperti ini. Sebagaimana motto kita, Back to Nature, kita menjaga semua suasana di sini sealami mungkin. Jalan, pepohonan, suasana hutan, akan tetap sama. Kita tanya pengunjung, kapan Anda terakhir ke sini, 30 tahun lalu misalnya, semua masih sama seperti dulu, jalannya tidak diaspal, itu untuk menciptakan suasana yang tetap sama dengan dulu, becek sedikit karena hujan, nggak apa-apa, kondisi itu memang sengaja diciptakan, karena memang demikian konsep awal kita.






