PEKANBARU,(RGT.com)-Kalimat “kemesraan antara teknologi dan pariwisata berubah kepada Fear of Missing Out (FoMO)”, merupakan materi yang disampaikan Drs Riyono Gede Trisoko MM, . selaku ketua Dewan Pimmpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Reaksi, saat menjadi pembicara Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Kota Pekanbaru, Rabu siang (14/10/2020) kemarin.
Namun sebelum pemaparan materi, dirinya meminta kepada semua peserta untuk membuka aplikasi channel YouTube Happy Point yang berisikan , tentang pengelolaan pariwisata terangkum disana.
“Kita mempunyai channel yang isinya sebuah rangkuman materi pengelola destinasi pariwisata”, katanya, Kamis siang, (15/10/2020).

Hampir lebih kurang 10 menit mendengarkan channel Happy Point, barulah dirinya mengupas satu persatu apa yang terjadi dalam pertumbuhan pengelola destinasi pariwisata diera milenia saat ini.
Sesuai judul, kemesraan antara teknologi dan pariwisata berubah kepada Fear of Missing Out (FoMO) atau disebut sebuah perasaan cemas dan takut yang timbul di dalam diri seseorang akibat ketinggalan sesuatu yang baru, merupakan potensi baru dari pasar milenial, dan ini harus disikapi oleh pelaku jasa kepariwisataan Dalam bentuk yg small and responsibility.
“Untuk mengantisipasi gejolak ini, saya berharap, melalui pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) kota Pekanbaru, akan membawa perubahan, setidaknya mengimbangi yang namanya FoMO itu sendiri”,urai Riyono dihadapan puluhan peserta.

Terkait dengan pengelolaan destinasi pariwisata kota Pekanbaru yang diikuti para pemilik destinasi, dirinya berharap supaya mencari celah untuk menciptakan inovasi baru sesuai perputaran jaman saat ini.
“Harapan saya, dengan berbagai materi ini, peserta memiliki semangat untuk mengsinergikan kecemasan menuju peluang. “, tutupnya yang juga seorang Akademisi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau (*)






