RGT.COM, PEKANBARU – Jambore Nasional Pencak Silat Piala Bergilir II Dandim 0301 Pekanbaru berlangsung hingga Minggu (4/8/2024), di Alam Mayang Pekanbaru.
Event pencak silat ini telah dibuka Komandan Kodim 0301/Pekanbaru, Kolonel Inf Sri Marantika Beruh, SSos, MIPol pada Jumat (2/8/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Padepokan Kampung Silat Tuah Negeri Melayu Riau Alam Mayang.
Dalam sambutannya, Kolonel Inf Sri Marantika Beruh menyatakan harapannya agar acara ini dapat terus berkembang dan berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Semoga kegiatan ini terus berjalan ke depannya dan berkembang. Tahun depan juga akan digelar, kita akan kembali bekerja sama dengan Padepokan Kampung Silat Tuah Negeri Melayu Riau Alam Mayang,” ujarnya.
Jambore ini diikuti oleh 230 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Riau serta beberapa dari Sumatera Barat.
Ini adalah kali ketujuh acara tersebut digelar, dengan tujuan utama untuk meningkatkan jam terbang para atlet serta menjaring bakat-bakat terbaik di bidang pencak silat.
Para peserta diharapkan mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh juri agar tidak mengalami cedera.
Kolonel Inf Sri Marantika Beruh juga menekankan pentingnya disiplin dalam latihan untuk mencapai keberhasilan.
“Setiap latihan memiliki hikmah yang bisa dipetik. Ikut turnamen seperti ini adalah kesempatan untuk menguji kemampuan dan melatih diri menjadi lebih disiplin, agar bisa sukses,” katanya.
Ketua Umum Silat Lintau, Drs Riyono Gede Trisoko MM, Tuanku Pandeka Rangkayo Sati, menyatakan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan acara ini.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga merupakan kesempatan untuk membanggakan para atlet pencak silat dari Riau.
“Kami pernah mendapatkan medali emas dan baru-baru ini perak, yang menunjukkan prestasi luar biasa para atlet kita,” katanya.
Riyono juga menyoroti bahwa kejuaraan ini sering kali menjadi perhatian dari pihak luar karena kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Kapolres dan Dandim.
“Kejuaraan ini dicemburui pihak luar karena bisa mendatangkan tokoh-tokoh penting. Yang penting bagi kami bukan mencari keuntungan dalam event ini, tetapi memajukan pencak silat,” tambahnya.
Acara ini, menurut Riyono, sepenuhnya didukung oleh swadaya komunitas tanpa mencari keuntungan komersial.
Ia juga berharap acara ini dapat terus berlanjut dan bahkan dikembangkan menjadi turnamen internasional di masa depan.
“Kami bercita-cita untuk membuat turnamen internasional, mungkin tingkat Asia atau ASEAN. Yang penting kita memiliki tempat dan bisa menyiapkan penghargaan yang memadai,” ujarnya.
Dengan semakin berkembangnya minat dan dukungan terhadap pencak silat, ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan olahraga tradisional Indonesia kedepan.
Ketua Majelis Lembaga Kerapatan Adat Melayu Riau, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf yang hadir dalam kesempatan itu turut menyaksikan pertandingan yang menurutnya cukup seru. Ia juga senang melihat semangat para generasi muda dalam berolahraga.
“Generasi muda dengan semangat olahraga melatih keberanian diri, dan mengisi wakti dengan hal positif, semoga kedepannya bisa menjadinmodal bagi masing-masing atlet,” tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul 230 Pesilat Sumbar-Riau Ikuti Jambore Nasional Pencak Silat Piala Dandim Pekanbaru di Alam Mayang, https://pekanbaru.tribunnews.com/2024/08/03/230-pesilat-sumbar-riau-ikuti-jambore-nasional-pencak-silat-piala-dandim-pekanbaru-di-alam-mayang?page=2.
Penulis: Alex | Editor: FebriHendra










